Ambon, 6 Juli 2026 – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi antara Universitas Pattimura dan Universitas Gadjah Mada kini telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya. Kegiatan lintas perguruan tinggi ini berfokus pada dua wilayah utama di Provinsi Maluku, yaitu Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Maluku Tengah. Khusus di Kabupaten Maluku Tengah, KKN Kolaborasi dipusatkan di kawasan bersejarah Kecamatan Banda dengan mengusung tema besar “Circularity in Harmony: Living Museum Banda Neira sebagai Eco-Heritage Resilience melalui Implementasi Ekonomi Sirkular”. Melalui tema ini, mahasiswa berupaya mengintegrasikan konsep keberlanjutan lingkungan dan ekonomi sirkular untuk memperkuat ketahanan kawasan Banda Neira sebagai museum hidup (living museum) serta warisan ekologi dan budaya. Program strategis ini menyasar empat desa utama di Kepulauan Banda, yakni Desa Nusantara, Dwi Warna, Kampung Baru, dan Lonthoir. Rangkaian kegiatan KKN Kolaborasi Gelombang II ini diawali dengan penerjunan dan pelepasan resmi mahasiswa pada tanggal 30 Juni 2026 dan berlangsung hingga penarikan kembali dari lokasi KKN pada tanggal 8 Agustus 2026.
Selama masa pengabdian, para mahasiswa dari Unpatti dan UGM secara aktif memadukan keahlian akademis serta keterlibatan masyarakat guna menjalankan berbagai program kerja, baik yang bersifat kolaboratif lintas desa maupun program mandiri tingkat desa. Di Desa Dwi Warna, perhatian utama dicurahkan pada sektor pelayanan kesehatan masyarakat terpadu melalui penyelenggaraan Pemeriksaan Kesehatan (PEMKES) Neira, program khusus Peduli Lansia, serta pemantauan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Tidak hanya di sektor kesehatan, mahasiswa juga mendukung tertib administrasi desa melalui Sensus Penduduk, meningkatkan kualitas lingkungan belajar melalui program Sekolah Sehat Banda, mempromosikan potensi daerah lewat pembuatan Buku Pariwisata, hingga mendorong efisiensi perekonomian lokal berbasis teknologi digital melalui program Branding QR UMKM.
Di Desa Kampung Baru, implementasi program kental dengan semangat kolaborasi lintas batas wilayah desa dan penguatan motivasi pendidikan generasi muda. Sinergi antar-desa terwujud nyata dalam pelayanan kesehatan skala besar melalui PEMKES Neira dan PEMKES Lonthor yang melibatkan kontribusi mahasiswa di seluruh desa sasaran. Aksi nyata pelestarian lingkungan diwujudkan melalui gerakan Banda Green Action yang digagas bersama Desa Nusantara, serta penguatan kesehatan sekolah lewat program Sekolah Banda Sehat hasil kerja sama dengan Desa Dwi Warna. Selain menjalankan Sensus Penduduk sebagai program mandiri tingkat desa, mahasiswa memfasilitasi sosialisasi Kampus Impian dan Beasiswa guna membuka wawasan para pelajar setempat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta merintis pengembangan UMKM Spot bersama UGM demi menggerakkan roda perekonomian lokal.
Sementara itu, Desa Nusantara menjadi salah satu pilar penting dalam integrasi program lintas desa sekaligus pengembangan inovasi lokal. Bersama desa-desa lainnya, Desa Nusantara turut menyukseskan program kesehatan masyarakat PEMKES Neira dan PEMKES Lonthor, serta penyusunan Buku Pariwisata terpadu kawasan Banda. Sinergi lingkungan dan kesehatan sekolah juga diperkuat melalui aksi Banda Green Action bersama Desa Kampung Baru dan program Sekolah Sehat Banda yang dilaksanakan berkolaborasi dengan Desa Lonthoir. Dalam aspek pemberdayaan ekonomi, mahasiswa berkolaborasi dengan UGM untuk menjalankan program Branding UMKM guna meningkatkan daya saing produk warga. Tak kalah penting, Desa Nusantara meluncurkan program mandiri bertajuk Teras Edumas yang berfokus pada tata kelola dan inovasi, yaitu penyusunan Peraturan Negeri serta pengembangan Inovasi Hasil Perikanan (INNOFISH) untuk mengoptimalkan potensi maritim desa.




